Pernahkan anda melihat seseorang yang pintar namun tidak mempunyai teman?? Atau mungkin anda pernah melihat seseorang yang lebih suka menghabiskan waktunya sendirian??
Perlu kita sadari bahwa masa kanak-kanak membaawa pengaruh besar pada tahap dewasa nanti. Sebagai orang tua pastinya kita berharap kelak anak kita menjadi anak yang pintar dan berprestasi secara akademik disekolah. Beragam cara dilakukan untuk mewujudkan semua itu. Mulai dari menyuruhnya untuk rajin belajar, membelikannya komputer sampai dengan mendatangkan guru les dirumah. Bagus memang. Hanya saja banyak para orang tua yang lupa bahwa selain itu ada aspek lain mesti turut untuk difikirkan dan menjadi perhatian serius, yaitu menyangkut perkembangan kepribadian.
Perkembangan kepribadian dapat terpupuk melalui kegiatan / aktivitas bersama orang lain. Jiwa sosialnya akan berkembang dengan semakin banyaknya dia berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Bermain bersama orang lain adalah salah satu alat ampuh untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan tersebut. Adanya interaksi dengan beragam orang akan membuat dia belajar bagaimana cara untuk saling berbagi, saling mengerti dan memahami serta menghargai akan keberadaan orang lain. Dengan begitu diharapkan nantinya sang anak akan mempunyai tingkat kepekaan sosial yang baik dengan kepercayaan diri yang tinggi serta jiwa yang tangguh. Kecerdasan emosional tersebut akan membantu buah hati kita nantinya dalam membangun jaringan sosial baik dalam lingkungan keluarga, lingkungan kerja maupun dimasyarakat.
Memang bukan pekerjaan mudah untuk mewujudkan semua itu. Derasnya arus globalisasi dimana sekat ruang dan waktu menjadi begitu tak berarti menuntut orang tua untuk pintar-pintar dalam mensikapinya. Orang tua hendaknya mampu berfikiran dinamis guna beradaptasi dalam iklim yang bergerak cepat tersebut. Ingat...jangan pernah menyerah dan terus berjuang.
Rabu, 25 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar